Wednesday, June 10, 2015

Sejarah Hari Pahlawan 10 November 1945

Sejarah-Hari-Pahlawan-10-November-1945 Sejarah Hari Pahlawan 10 November 1945
Hari Pahlawan 10 November 1945 merupakan peringatan tahunan untuk memperingati Pertempuran Surabaya, dimana pasukan-pasukan pro kemerdekaan Indonesia bersama para milisi bertempur melawan pasukan Inggris dan Belanda sebagai bagian dari Revolusi Nasional Indonesia. Pertempuran Surabaya yang menjadi latar belakang sejarah Hari Pahlawan 10 November 1945 sendiri mencapai puncak pada bulan tersebut, dimana terjadi pertempuran yang dianggap sebagai pertempuran revolusi paling berat dan kemudian menjadi simbol perlawanan bagi tentara Indonesia. Pertempuran yang dianggap sebagai sebuah aksi heroik ini membantu menggembleng rakyat Indonesia dan sokongan dari pihak internasional untuk Indonesia. Pertempuran Surabaya ini terjadi dari tanggal 27 Oktober hingga 20 November tahun 1945 dengan jumlah tentara 20.000 infanteri dan 100.000 pasukan milisi di sisi Indonesia, sementara pihak Inggris menyerang dengan 30.000 pasukan ditambah dengan tank, pesawat, dan kapal perang.

Latar Belakang Mengenai Terjadinya Perang Surabaya

Sejarah Peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November 1945 tidak akan dimulai jika pada tanggal 17 Agustus tahun 1945, Soekarno dan Hatta tidak mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia di Jakarta 2 hari setelah menyerahnya kekaisaran Jepang pada perang Pasifik. Berita tentang kemerdekaan ini kemudian menyebar ke seluruh kepulauan, membuat masyarakat Indonesia merasakan sebuah kebebasan dimana mereka kemudian menjadi pro-republik. Dalam beberapa minggu setelah itu, terjadi sebuah kekosongan kekuatan baik dari luar maupun dalam Indonesia, menciptakan atmosfir ketidak pastian dan kesempatan bagi beberapa pihak. Benar saja, hal ini digunakan oleh sekelompok pasukan Belanda yang dibantu oleh beberapa pasukan Jepang untuk menaikkan bendera Belanda di luar Hotel Yamato pada tanggal 19 September 1945. Hal ini membuat tentara milisi Indonesia murka, dimana mereka menghabisi pasukan gabungan kecil milik Belanda dan Jepang demi merobek bagian biru dari bendera Belanda tersebut. Karena kekacauan ini, salah satu pemimpin kelompok Belanda yang bernama Mr Ploegman ikut terbunuh.
Perang Surabaya yang nantinya akan menuliskan sejarah Hari Pahlawan Nasional 10 November 1945 sudah menyalakan api kecilnya ketika seorang Komandan senior Jepang di Surabaya yang bernama Shibata Yaichiro memutuskan untuk mendukung Republik dan menyatakan bahwa ia siap membantu Indonesia dengan suplai persenjataan. Sayangnya pada tanggal 3 Oktober Shibata menyerah kepada kapten AL Belanda, dimana ia kemudian memerintahkan tentaranya untuk memberikan senjata mereka yang tersisa kepada rakyat Indonesia. Seharusnya, rakyat Indonesia memberikan senjata-senjata mereka kepada sekutu, tapi mereka menolak melakukan hal tersebut.

Pertempuran Surabaya yang melatar belakangi sejarah Hari Pahlawan Nasional 10 November 1945 memasuki babak baru pada tanggal 26 Oktober 1945 saat A.W.S. Mallaby mencapai sebuah kesepakatan dengan Mr Suryo yang saat itu menjadi gubernur Jawa Timur bahwa tentara Inggris tidak akan menyuruh tentara atau milisi Indonesia untuk menyerahkan senjata mereka.

baca selengkapnya ....http://www.portalsejarah.com/sejarah-hari-pahlawan-10-november-1945.html

ni sejarah terciptanya Bakso yang sering kamu makan, mengharukan lho!

mengharukan lho!

 
Bakso sebenarnya berasal dari China. Tepatnya di Fuzhou, pada akhir Dinasti Ming atau sekitar awal abad ke-17.
Brilio.net - Bakso itu termasuk makanan paling enak yang ada di dunia. Apalagi kalau makan bakso panas-panas pas lagi musim hujan, kelar cerita!

Biasanya sih kalau makan bakso, pasti mienya dulu yang dimakan. Setelah itu icip-icip kuahnya sampai tinggal setengah, kemudian baru deh dihabisin daging baksonya. Bakso memang makanan rakyat Indonesia deh. Gimana nggak, harganya yang murah, enak, dan gampang didapat dimana-mana.

Dihimpun brilio.net dari berbagai sumber, Senin (27/4), bakso sebenarnya berasal dari China, lho. Tepatnya di Fuzhou, pada akhir Dinasti Ming, atau sekitar awal abad ke-17. Pada saat itu, ada seorang pria bernama Meng Bo. Meng Bo ini anaknya nurut banget. Dia sangat sayang sama ibunya. Ibu Meng Bo ini sudah tua dan sakit-sakitan. Makanya nggak bisa makan makanan yang keras-keras lgi. Padahal sih, ibu Meng Bo doyan banget makan daging.



Meng Bo yang sedih lalu memikirkan berbagai macam cara supaya ibunya bisa makan daging kembali. Dia memikirkannya bahkan sampai semalaman lho. Sampai akhirnya, dia nggak sengaja melihat tetangganya sedang menumbuk beras ketan untuk dibuat Kue Mochi. Nah, Meng Bo lalu punya akal untuk menumbuk daging seperti menumpuk beras ketan. Daging yang sudah empuk lalu dibentuk bulatan-bulatan dan kemudian direbus.

Ibu Meng Bo senang sekali. Nggak cuma bisa makan makanan yang lezat, tapi dagingnya juga empuk banget untuk dimakan. Nah, kisah berbaktinya Meng Bo inilah yang kemudian menyebar ke seluruh kota Fuzhou. Banyak orang yang kemudian datang menemui Meng Bo untuk belajar membuat bakso.



Kenapa dinamakan bakso? Karena bakso berasal dari kata bak dan so. Bak artinya babi sedangkan so berarti sup. Kalau digabung bakso artinya sup yang berisi daging babi. Yap, bakso sebenarnya terbuat dari daging babi, tapi karena mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim, lalu daging babi kemudian diganti menjadi sapi.
 sumber referensi http://www.brilio.net/life/ini-sejarah-terciptanya-bakso-yang-sering-kamu-makan-mengharukan-lho-150427d.html

Misteri Dimana Soekarno Lahir? Sumber Belanda: Tempat Lahir Soekarno Kontroversi Lama



Di manakah Sang Proklamator, Presiden RI Pertama yang bernama asli Kusno dan akhirnya lebih dikenal oleh semua orang termasuk dunia internasional dengan nama Soekarno dilahirkan, sebenarnya sudah menjadi kontroversi sejak lama.
Di situs Wikipedia, telah dicantumkan bahwa Soekarno lahir di Soerabaia, Dutch East Indies, pada 6 June 1901.
Sukarno lahir di rumah sederhana beralamat Pandean gang IV no.40, Kelurahan Peneleh, Kecamatan Genteng, Kota Surabaya.
Di atas pintu rumah terpasang plakat berwarna kuning keemasan bertuliskan “Rumah Kelahiran Bung Karno” dengan logo Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Namun dalam resensi atas terbitnya autobiografi Sukarno: An Autobiography (As Told to Cindy Adams), yang dalam versi Bahasa Indonesia menjadi “Bung Karno Penjambung Lidah Rakjat Indonesia“, Paul van ‘t Veer sudah menyoroti kesimpangsiuran tempat di mana Soekarno lahir.
1. Menurut Buku:  Soekarno: Kopstukken uit de Twintigste Eeuw




Sukarno Soekarno Kopstukken uit de Twintigste Eeuw
Soekarno, Kopstukken uit de Twintigste EeuwMenurut Van’t Veer, juga seorang penulis biografi Soekarno: Kopstukken uit de Twintigste Eeuw atau yang berarti “Soekarno: Tokoh Abad Ke-20” edisi terbitan tahun 1965, kesimpang-siuran tersebut ditemukan dalam biografi-biografi resmi Indonesia mengenai Soekarno.
Berikut petikan dari buku biografi “Soekarno: Kopstukken uit de Twintigste Eeuw”:

Over de jeugd van Soekarno was tot nog toe weinig bekend. Officiële Indonesische biografieën bevatten volstrekt tegenstrijdige gegevens over zijn geboorteplaats, zijn schooltijd, en zijn vader.”

“Hij zelf vertelt nu dat hij op 6 juni 1901 te Soerabaja geboren is (voordien werd vaak vermeld: Blitar) als zoon van een dorpsonderwijzer die Soekemi Sosrodihardjo heette en de adellijke titel van raden (‘jonkheer’) voerde.” (Het Vrije Volk, 4-12-1965).

Atau dalam bahasa Indonesia:

“Mengenai masa belia Soekarno hingga saat ini kurang diketahui. Biografi-biografi resmi Indonesia mengandung data yang sepenuhnya saling bertentangan mengenai tempat lahir, masa sekolah, dan ayahnya.”

“Dia sendiri sekarang menceritakan bahwa dia lahir di Surabaya pada 6 Juni 1901 (sebelumnya sering ditulis: Blitar) sebagai anak seorang guru desa bernama Soekemi Sosrodihardjo dan menyandang gelar bangsawan Raden (red)”. (Sumber: Het Vrije Volk, Sabtu 4 Desember 1965).

2. Menurut situs Tropenmuseum
Dalam laman situs Tropenmuseum juga bisa ditemukan data yang menyebutkan bahwa Soekarno dilahirkan di Blitar.

“Soekarno (ook wel gespeld als Sukarno), geboren als Kusno Sosrodihardjo, Blitar, 6 juni 1901 – Jakarta, 21 juni 1970 was de eerste president van de Republiek Indonesië…” (tropenmuseum.nl)

Atau dalam bahasa Indonesia:

“Soekarno (juga dieja sebagai Sukarno) lahir dengan nama Kusno Sosrodihardjo, Blitar, 6 Juni 1901 – Jakarta, 21 Juni 1970) adalah presiden pertama Republik Indonesia…(red)” (Sumber: tropenmuseum.nl)

3. Menurut berita harian De Tijd,Soeharto Niet Bij Begrafenis Soekarno (Selasa 23 Juni 1970)
Dalam berita harian De Tijd,Soeharto Niet Bij Begrafenis Soekarno (Soeharto Tidak Hadiri Pemakaman Soekarno)” yang mewartakan saat Vader van Indonesie (Bapak Indonesia) itu wafat, dan Soeharto tidak menghadiri pemakaman Sang Proklamator, juga bisa ditemukan tautan Blitar sebagai kota kelahirannya.
Berikut petikannya:

“De voormalige president Soekarno “Vader van Indonesië”… is ten grave gedragen vlakbij de stoffige provinciestad Blitar in Oost-Java waar hij bijna 69 jaar geleden werd geboren ” (De Tijd, 23-06-1970, “Soeharto Niet Bij Begrafenis Soekarno)

Atau dalam bahasa Indonesia:

“Mantan presiden Soekarno “Bapak Indonesia”… dimakamkan dekat kota provinsi Blitar yang berdebu di Jawa Timur di mana dia hampir 69 tahun lalu dilahirkan (De Tijd, Selasa 23 Juni 1970, Soeharto Tidak Hadiri Pemakaman Soekarno).

Jadi yang benar yang mana? Surabaya atau Blitar? Blitar atau Surabaya? Bukankah sejak dulu, apalagi pada awal abad ke-20, masyarakat bangsa kita secara umum kurang tertib dengan tanggal dan tempat lahir?
Malahan, istri apalagi anak kandung juga tak menjamin seorang bapak benar-benar dilahirkan seperti apa yang diucapkan oleh yang bersangkutan. Mengapa? Ya tentu saja karena pada saat menikah, seorang pria pastinya sudah dewasa, apalagi anak: belum lahir.
Jadi ke-valid-an atau kepastian sebuah kelahiran pada masa lalu oleh istri ataupun anaknya, tak menjamin seseorang memang dilahirkan di suatu tempat yang ia sebutkan, karena belum ada dokumen yang bernama “akte kelahiran” apalagi untuk pribumi pada masa kolonial.
https://i0.wp.com/upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/36/Makam_Soekarno.jpg/640px-Makam_Soekarno.jpg
Makam Presiden Soekarno di Blitar, Jawa Timur. (wikimedia.org)

Pada masa lalu, tanggal dan tempat lahir hanya dihafal, disampaikan turun temurun dengan bertutur, tapi tidak dicatat atau ditulis. Bahkan tak sedikit pula pada masa lalu, tanggal dan tempat lahir dikarang baru, ketika menjelang kelulusan sekolah.
Percaya atau tidak, namun cara menghafal tempat lahir hanya diingatan luar kepala pada masa zaman penjajahan kolonial seperti itu, memang nyata adanya. Jadi jangan heran jika banyak orang pada masa itu tak memiliki akte kelahiran.
Kami pun sejak dulu tak menyangkal, bahwa sosok sang Proklamator Bangsa Indonesia ini memang sosok yang misterius sejak lama. Kejatuhan kepemimpinannya oleh Presiden Soeharto, juga sosok yang misterius.
Presiden pertama dam kedua Indonesia tersebut memang dikenal memiliki latar belakang dan perjalanan hidup yang dapat dibilang “samar-samar” atau tak diketahui dengan pasti.
Namun banyak orang tua yang masih meyakini bahwa yang lahir di Surabaya adalah Kusno, pada tgl 6 Juni 1901. Dan yang dimakamkan di Blitar adalah Sukarno!. (sumber: Detik/ Tropenmuseum / De Tijd / ICC / berbagai sumber).
sby lukisan sukarno
Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sedang memandang lukisan Soekarno, presiden pertama Indonesia
.
Peci hitam, yang dikenakan Soekarno dalam setiap kemunculannya di ruang publik, menjadi simbol nasionalisme. Diasingkan ke Pulau Flores dari pergerakan kemerdekaan Indonesia, tak membuat Soekarno patah arang. "Di Pulau Flores yang sepi, aku menghabiskan waktu berjam-jam lamanya di bawah sebatang pohon. Merenungkan ilham yang diturunkan Tuhan, yang dikenal dengan pancasila." ujar Soekarno dalam buku yang ditulis Cindy Adams. (Helen dan Frank Schreider/ National Geographic)
Peci hitam, yang dikenakan Soekarno dalam setiap kemunculannya di ruang publik, menjadi simbol nasionalisme. Diasingkan ke Pulau Flores dari pergerakan kemerdekaan Indonesia, tak membuat Soekarno patah arang. “Di Pulau Flores yang sepi, aku menghabiskan waktu berjam-jam lamanya di bawah sebatang pohon. Merenungkan ilham yang diturunkan Tuhan, yang dikenal dengan pancasila.” ujar Soekarno dalam buku yang ditulis Cindy Adams. (Helen dan Frank Schreider/ National Geographic)

Kerangka Manusia Purba Tertua Patahkan Teori Darwin

Berkelay, USA – Penemuan kerangka manusia pura tertua bernama Ardi dianggap sebagai temuan paling penting tahun ini. Penemuan ini membuktikan bahwa manusia dan simpanse berevolusi secara terpisah.
Dilansir melalui Berkeley Education, bulan Mei 2011, penemuan ini tidak hanya mencengangkan para ilmuwan tapi juga manusia.
Secara tidak langsung temuan ini mematahkan teori Darwin yang menganggap manusia berevolusi dari kera.
Sebelum menerbitkan temuannya, seluruh tim yang diketuai Tim White dari University of California, membutuhkan waktu 17 tahun untuk mencari dan menganalisa tengkorak Ardi dan ribuan fosil lainnya yang ditemukan bersamaan. Ardi dianggap sebagai nenek moyang manusia sebenarnya, bukan kera.
Ardi a.k.a. Ardipithecus Ramidus

Ardipithecus ramidus atau biasa disebut Ardi merupakan spesies primata yang hidup sekira 4,4 juta tahun lalu di sebuah wilayah yang kini bernama Aramis, di Ethiopia.
Ardi seratus tahun lebih tua jika dibandingkan dengan Lucy, kerangka primata tua lainnya yang ditemukan di Afrika pada 1974.
Kerangka ini memiliki tinggi empat kaki atau sekira 1,2 meter dan 125 potongan rangka yang sudah termasuk tengkorak kepala, gigi, tulang panggul, tangan dan tulang kaki.
Ilmuwan menyebutkan, data yang berasal dari bagian-bagian tubuh Ardi membuka pengetahuan baru mengenai evolusi.
“Ardipithecus memberitahukan bahwa kita sebagai manusia telah berevolusi hingga menjadi bentuk yang sekarang selama kurang lebih enam juta tahun,” kata salah satu ilmuwan anggota tim, C Owen Lovejoy dari Kent State University.


Ditemukan: Perkakas Batu Tertua di Dunia Berumur 3,3 Juta Tahun!

Artefak manusia purba berupa alat yang berasal dari batu dan ditaksir berusia 3,3 juta tahun.

Para arkeolog yang melakukan penelitian di Kenya, berhasil menemukan alat yang berasal dari batuan yang ditaksir berusia 3,3 juta tahun. Penemuan ini mematahkan temuan terdahulu bahwa perkakas batu tertua berusia 2,6 juta tahun.
Menurut Dr. Sonia Harmand penemuan ini sangat penting bagi sejarah manusia.
“Karena menurut pandangan awam selama berpuluh-puluh tahun percaya, bahwa perkakas batu paling awal dibuat oleh golongan pertama manusia homo sekitar 2,4 sampai 2,6 juta tahun lalu,” ujarnya seperti dikutip dari huffingtonpost, Jumat (22/5/2015) silam.
Dr. Sonia Harmand, arkeolog dari Stony Brook University, New York, Amerika Serikat, yang juga pemimpin penelitian ini menambahkan, kalau tim yang dipimpinnya menemukan tak kurang dari 149 artefak.
Penelitian tim dari AS ini juga dibantu oleh arkeolog lokal dan penduduk di sekitar Danau Turkana.
Dr. Sonia Harmand (kiri), arkeolog dari Stony Brook University, New York, Amerika Serikat, tampak sedang meneliti artefak tertua di dunia.




Ketika Suharto Dipecat Secara Tidak Hormat Oleh Jenderal Nasution

 

Pada artikel kali ini, kami akan mencoba menguak sedikit dari banyaknya tandatanya-tandatanya besar yang masih tersimpan di saku tiap rakyat Indonesia yang tercinta ini dan belum terjawab, bahkan tak akan pernah terjawab. TAPI janganlah menjadikan artikel ini sebagai acuan dari fakta sejarah. artikel ini mungkin bisa kamu jadikan sebagai bandingan terhadap sumber sejarah laiinya :)
Hal itu dilakukan karena pada masa rezim New Order atau Orde Baru itu, banyak sekali sejarah-sejarah yang tak boleh dipublikasikan, ditulis ulang, dibengkokkan, lalu di propagandakan melalui media-media zombie yang pada masa lalu, bagai ‘media peliharaan’.

Suharto, sebagai komandan Abri saat memimpin pasukan untuk memerangi G-30/S-PKI



Suharto, presiden diktator era ‘Orde Baru’ (New Order) yang berkuasa selama 32 tahun, yang selalu menang dalam pemilu sebanyak 6 kali berturut-turut alias hat trick dua kali oleh pemilihan presiden secara tak langsung (dipilih oleh DPR/MPR), lahir di Kemusuk, Argomulyo, Yogyakarta, 8 Juni 1921.
Ia lahir dari keluarga petani yang menganut Kejawen. Keyakinan keluarganya ini kelak terus dipeliharanya hingga hari tua. Karir Suharto diawali sebagai karyawan di sebuah bank pedesaan, walau tidak lama.
Dia sempat juga menjadi buruh dan kemudian menempuh karir militer pertama kali sebagai prajurit KNIL yang berada di bawah kesatuan tentara penjajah Belanda. KNIL adalah singkatan dari bahasa Belanda; het Koninklijke Nederlands(ch)- Indische Leger, atau secara harafiah: Tentara Kerajaan Hindia Belanda.
Saat Jepang masuk di tahun 1942, Suharto bergabung dengan PETA, yaitu singakatan dari tentara sukarela Pembela Tanah Air (kyōdo bōei giyūgun?) adalah kesatuan militer yang dibentuk Jepang di Indonesia dalam masa pendudukan Jepang.
Ketika Soekarno memproklamirkan kemerdekaan, Soeharto bergabung dengan Tentara Keamanan Rakyat atau biasa disingkat dengan TKR, adalah sebuah nama angkatan perang pertama yang dibentuk oleh Pemerintah Indonesia setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia.
TKR dibentuk pada tanggal 5 Oktober 1945 berdasarkan maklumat yang dikeluarkan oleh Pemerintah Republik Indonesia. TKR dibentuk dari hasil peningkatan fungsi Badan Keamanan Rakyat (BKR) yang sudah ada sebelumnya dan tentara intinya diambil dari bekas PETA.
Peristiwa Serangan Umum 1 Maret 1949

Salah satu ‘prestasi’ kemiliteran Suharto yang sering digembar-gemborkannya semasa dia berkuasa adalah Serangan Umum 1 Maret 1949 atas kota Yogyakarta.
Bahkan ‘prestasi’ ini sengaja difilmkan dengan judul ‘Janur Kuning’ pada tahun 1979, yang memperlihatkan jika serangan umum itu diprakarsai dan dipimpin langsung oleh Letkol Suharto.
Padahal, sesungguhnya serangan umum itu diprakarsai oleh Sultan Hamengkubuwono IX.
Sultan Hamengkubuwono IX lah yang memimpin serangan umum melawan Belanda, bukan Soeharto.
Hamengkubuwono IX adalah seorang nasionalis yang memiliki perhatian terhadap nasib rakyatnya, karena itu ia tidak mau untuk di jajah. Kedepannya, Sultan Hamengkubuwono IX menjadi Menteri Pertahanan Republik Indonesia.
Nasution Pecat Suharto Secara Tak Hormat Dari Pangdam Diponegoro
Pada 1959, Suharto yang kala itu menjabat sebagai Pangdam Diponegoro dipecat oleh Jenderal Abdul Haris Nasution dengan tidak hormat, karena Suharto telah menggunakan institusi militernya untuk mengumpulkan uang dari perusahaan-perusahaan di Jawa Tengah.
Suharto kala itu juga ketahuan ikut kegiatan ilegal berupa penyelundupan gula dan kapuk bersama Bob Hasan dan Liem Sioe Liong. Untuk memperlancar penyelundupan ini, didirikan perusahaan perkapalan yang dikendalikan Bob Hasan.
Konon, dalam menjalankan bisnis haramnya ini, Bob menggunakan kapal-kapal ‘Indonesian Overseas’ milik C.M. Chow. Mungkin, sejarah nyata pemecatan dengan tidak hormat inilah yang bisa jadi mirip “kutukan” jika suatu saat dinastinya masuk kembali ke dalam kemiliteran, akan dipecat dengan tidak hormat pula.
baca selengkapnya ....https://indocropcircles.wordpress.com/2014/09/29/ketika-suharto-dipecat-tidak-hormat/

12 Peninggalan Sejarah Paling Misterius di Dunia

Hal misterius selalu menggugah keingin-tahuan manusia dengan rasa penasarannya (curiosity). Hal itu justru membuat banyak pertanyaan yang lahir untuk dijawab.
Namun terkadang ilmuwan lebih terfikir lenih banyak pertanyaan daripada jawaban yang telah ada. Berikut 12 peninggalan sejarah paling misterius berdasarkan pilihan terkini.

1. Monumental Instructions for the Post-Apocalypse / Monumen Petunjuk untuk Hari Kiamat (Amerika Serikat)
Di sebuah bukit kecil di timur laut tandus daerah Hartwell, Georgia AS, berdiri monumen paling aneh dan misterius di dunia.
Namun melihat dari arsitektur bangunan, monumen itu tidak diciptakan pada zaman kuno.
Dikenal sebagai ‘Georgia Guidestones’, lima struktur batu ini tingginya16 feet, dengan berat 20 ton.
Memiliki empat pilar batu granit persegi panjang keatas, yang masing-masing pilar dipahat mengenai instruksi dan petunjuk dari kedelapan “bahasa kebudayaan terbesar” diantaranya bahasa hieroglif dari:
Arabic, Cina, Russia, Inggris, Spanyol, Hindi, Hebrew dan Swahili – dengan instruksi agar manusia yang selamat dari bencana besar dapat membangun kembali peradaban baru di Bumi ini dan sama sekali tidak meninggalkan serta melupakan sejarah para leluhur.

Keempat pilar dibentuk seperti tanda tambah (+ plus) dan mempunyai jarak sekitar 5 meter karenanya pusat tengahnya ada sebuah pilar lagi yang tertulis commandment di dindingnya, lalu diatasnya ditindih oleh batu granit berbentuk buku persegi empat.
Di keempat sisi pada baru granit yang terbaring itu diatasnya, ada petunjuk dengan “bahasa kebudayaan tua” yang sudah lenyap di dunia yaitu:
Bahasa Sanksekerta (Sanskrit), Yunani Kuno (Classical Greek) dan Babylonian Cuneiform serta Mesir Kuno (berupa simbol-simbol) atau Egyptian Hieroglyphic.
Apakah instruksi dalam delapan bahasa itu berkaitan dengan ramalan kiamat? Ini yang masih belum jelas.
Bangunan ini didirikan oleh golongan Mansonic, Freemason, Illuminati, kaum pagan dan para pendukung golongan satanic lainnya.
Terlihat mereka telah membuat situs ini namun pada sisi tertinggi di bidang datar teratas adalah lambang golongan mereka. Jadi seakan-akan semua dan seluruh budaya di dunia ini berasal, tunduk dan berawal dari satu sumber yaitu golongan mereka yang ingin mendirikan New World Order (NWO).
Terbukti mereka berniat mengajarkan faham ini, dan akan berlanjut di kebudayaan manusia berikutnya.
Tidak jelas juga perintah ini ditujukan untuk siapa. Lebih tidak jelas lagi, siapa yang membangun monumen aneh ini? Hanya ada satu orang yang tahu namun dia tak mau bicara. (peta lokasi)

2. Danau Michigan Stonehenge (Amerika Serikat)
Awalnya, sekelompok peneliti menggunakan sonar untuk mencari bangkai kapal di dasar Danau Michigan, hasil yang didapat sungguh mengejutkan.

Mereka justru menemukan struktur mirip Stonehenge kuno 40 feet di bawah permukaan air dekat pulau Beaver Island.
Sebagian dari batu tersebut dalam suatu lingkaran dan satu muncul untuk menunjukkan ukiran dari suatu Mastodon.
Diduga, benda purbakala ini dibangun 10,000 tahun lalu, kemungkinan bertepatan dengan pasca-Ice Age kehadiran manusia dan mastodons
Jadilah di daerah Michigan di Amerika sudah memiliki situs Petroglyph dan batu berdiri.


















3. Yonaguni, Reruntuhan Peradaban Bawah Laut (Jepang)
Di pantai selatan pulau Yonaguni, Jepang, terdapat reruntuhan yang terendam, diperkirakan telah berusia sekitar 8.000 tahun.
Reruntuhan dibawah laut ini dikenal juga dengan nama Yonaguni Monument Underwater Ruins.
“Though some people believed that it was carved by geographic phenomena, it’s now confirmed to be man-made as the intricate stairways, carvings and right angles suggest.”
Meskipun sebagian orang percaya bahwa itu merupakan kreasi alam, namun sekarang muncul suara-suara yang menyebut itu buatan manusia.
Hal itu terlihat dari susunan tangga yang rumit, ukiran-ukiran yang ada di sana yang diyakini sebagai buatan manusia.
Hal itu terlihat dari susunan tangga yang rumit, ukiran-ukiran yang ada di sana yang diyakini sebagai buatan manusia.
Situs ini ditemukan 1995 oleh seorang penyelam yang tersasar terlalu jauh dari pantai Okinawa. Kebetulan juga dia membawa camera untuk memotret bawah laut. (peta lokasi : cek video di https://www.youtube.com/watch?feature=player_embedded&v=VBs3Jn2whfM)






4. Kejaiban Bawah Laut Alexandria (Mesir)
Reruntuhan ini dipercaya merupakan kota Alexander Agung, di mana istana Cleopatra berada.
Tenggelamnya kota itu diperkirakan terjadi 1.500 tahun lalu akibat gempa bumi dahsyat.
Bersamaan dengan terbenamnya istana itu, tenggelam juga artefak-artefak yang menghiasi istana, serta bangunan-bangunan lain dari istana Cleopatra itu.
Reruntuhan kota yang ditemukan di dasar laut ini, memang sengaja tidak diangkat ke daratan.
Pemerintah setempat berencana akan  menjadikan lokasi reruntuhan ajaib di bawah laut itu sebagai wisata air.