Berkelay, USA – Penemuan kerangka manusia
pura tertua bernama Ardi dianggap sebagai temuan paling penting tahun
ini. Penemuan ini membuktikan bahwa manusia dan simpanse berevolusi
secara terpisah.
Dilansir melalui Berkeley Education, bulan Mei 2011, penemuan ini tidak hanya mencengangkan para ilmuwan tapi juga manusia.
Secara tidak langsung temuan ini mematahkan teori Darwin yang menganggap manusia berevolusi dari kera.
Sebelum menerbitkan temuannya, seluruh
tim yang diketuai Tim White dari University of California, membutuhkan
waktu 17 tahun untuk mencari dan menganalisa tengkorak Ardi dan ribuan
fosil lainnya yang ditemukan bersamaan. Ardi dianggap sebagai nenek
moyang manusia sebenarnya, bukan kera.
![]() |
| Ardi a.k.a. Ardipithecus Ramidus |
Ardipithecus ramidus
atau biasa disebut Ardi merupakan spesies primata yang hidup sekira 4,4
juta tahun lalu di sebuah wilayah yang kini bernama Aramis, di
Ethiopia.
Ardi seratus tahun lebih tua jika dibandingkan dengan Lucy, kerangka primata tua lainnya yang ditemukan di Afrika pada 1974.
Kerangka ini memiliki tinggi empat kaki
atau sekira 1,2 meter dan 125 potongan rangka yang sudah termasuk
tengkorak kepala, gigi, tulang panggul, tangan dan tulang kaki.
Ilmuwan menyebutkan, data yang berasal dari bagian-bagian tubuh Ardi membuka pengetahuan baru mengenai evolusi.
“Ardipithecus memberitahukan bahwa kita
sebagai manusia telah berevolusi hingga menjadi bentuk yang sekarang
selama kurang lebih enam juta tahun,” kata salah satu ilmuwan anggota
tim, C Owen Lovejoy dari Kent State University.
baca selengkapnya...https://indocropcircles.wordpress.com/2011/11/24/kerangka-manusia-purba-tertua-patahkan-teori-darwin/

No comments:
Post a Comment